Desa Wisata Bugisan Raih Predikat ProKlim Utama, Wujud Nyata Desa Tangguh Iklim dan Ramah Lingkungan

 Bugisan, Prambanan, Klaten – Desa Wisata Bugisan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Predikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dan pemerintah desa dalam melaksanakan berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Sebagai desa yang berada di kawasan strategis Candi Plaosan dan bentang budaya Prambanan, Bugisan tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga mengintegrasikan prinsip pelestarian lingkungan dalam setiap program pembangunan desa. Berbagai upaya adaptasi perubahan iklim telah dilakukan, mulai dari pembangunan embung dan pemanenan air hujan, pembuatan 145 unit rorak, 10 sumur resapan, serta 45 titik biopori untuk menjaga ketersediaan air dan meningkatkan resapan air ke dalam tanah.



Dalam sektor pertanian, masyarakat menerapkan sistem tumpangsari, pemanfaatan pekarangan pangan lestari, penggunaan pupuk organik, serta pengembangan tanaman tahan iklim guna menjaga ketahanan pangan dan mengurangi risiko gagal panen. Selain itu, pengelolaan kesehatan lingkungan dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), gerakan Posyandu, Jumantik, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dari sisi mitigasi perubahan iklim, Desa Bugisan aktif mengelola sampah melalui Bank Sampah dan TPS 3R, pengolahan kompos, pemanfaatan limbah cair dengan teknologi biogas, serta penerapan sistem tong peresapan (SITOPAN). Desa juga telah memanfaatkan energi terbarukan berupa instalasi biogas dan lampu penerangan jalan tenaga surya (solar cell) sebagai bentuk pengurangan emisi gas rumah kaca.

Upaya penghijauan juga menjadi perhatian utama. Masyarakat secara rutin melakukan penanaman pohon, pengayaan vegetasi, pemanfaatan lahan dengan tanaman keras, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga tutupan lahan dan kualitas lingkungan desa. Program ini didukung oleh berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat.

Keberhasilan ProKlim Utama memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Pendapatan masyarakat meningkat melalui pengembangan usaha berbasis lingkungan dan pariwisata, budaya gotong royong semakin kuat, serta kualitas lingkungan menjadi lebih baik dengan berkurangnya risiko banjir, pencemaran, dan kerusakan lahan.

Kepala Desa dan seluruh masyarakat Desa Bugisan berharap capaian ProKlim Utama ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat posisi Desa Bugisan sebagai desa wisata budaya yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Bugisan membuktikan bahwa pembangunan desa, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

"Desa Wisata Bugisan: Lestari Budayanya, Hijau Lingkungannya, Sejahtera Masyarakatnya."

Lebih baru Lebih lama

SUBSCRIBE & FOLLOW

[Header1/Header2/Header3]